Mata Katolik
Popular Readers
-
Matakatolik.com -Sejumlah tokoh nasional yang menggeluti bidang agama dan perdamaian hadiri acara Forum Titik Temu, di Ritz Carlton Hotel...
-
Matakatolik.com -Untuk Abdul Somad: Saya Tak Butuh Ucapan Selamatmu, Dan Jangan Urusi Iman Agamaku Saya tak pernah mengurusi keyakinan...
-
M ATAKATOLIK, Jakarta - Yohanes Handojo Budhisedjati ditunjuk sebagai Ketua Umum Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS). Handojo diper...
-
MATAKATOLIK.COM, Jakarta - Paus Fransiskus, yang memiliki nama lahir Jorge Mario Bergoglio adalah pemimpin Gereja Katolik Roma saat ini. D...
-
Jakarta, MATAKATOLIK.COM - Menteri Investasi Indonesia, Bahlil Lahadalia dikabarkan akan maju sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar dala...
-
Matakatolik.Com - Kementerian Komunikasi dan Informatika akan memulai penataan ulang ( refarming ) Pita Frekuensi Radio 2,3 GHz di 9 klast...
-
Ketua Umum Vox Point Indonesia, Yohanes Handojo Budhisedjati MATAKATOLIK.COM, Jakarta - Ormas Katolik Vox Point Indonesia ikut mendukung re...
-
MATAKATOLIK.COM, Jakarta - Kepolisian Republik Indonesia(Polri) akan menggerakkan 4.520 personel keamanan, guna untuk mengamankan, pemimpin...
Solusi Untuk Anda!
KWI: Mari Menjaga Kerukunan Dalam Perbedaan
Matakatolik.com-Komisi Kerasulan Awam Konferensi Waligereja Indonesia (Kerawam KWI) menyampaikan pernyataan sikap pasca Pemilu 2019.
Pernyataan yang berjudul "Mari Menjaga Kerukunan Dalam Perbedaan" itu ditandatangani Ketua Komisi Kerawam KWI Mgr. Vincentius Sensi Potokota dan Sekretaris Komisi Kerawam KWI Rm. CP. Siswantoko, Pr, Kamis (23/5/2019).
Berikut pernyataan resmi Komisi Kerawam KWI.
Proses pemilu serentak 2019 yang cukup panjang telah dilalui bersama oleh masyarakat Indonesia, baik sebagai pemilih, kontestan, penyelenggara maupun pengawas.
Kehidupan berdemokrasi bangsa ini sudah semakin maju dengan ditandai tingginya partisipasi masyarakat dalam pemilu dan proses pemungutan serta penghitungan suara yang relatif berjalan damai.
Namun kita juga prihatin karena sampai hari ini kehidupan masyarakat belum kembali bersatu sebagai dampak dari pilihan politik yang berbeda-beda serta adanya ketidakpuasan terhadap proses dan hasil rekapitulasi Pemilu.
Dengan memperhatikan kondisi tersebut, Komisi Kerasulan Awam (Kerawam) KWI
menyatakan sikap sebagai berikut:
1. Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) yang telah menyelenggarakan dan mengawasi jalannya pesta demokrasi pada tahun ini.
Kami juga turut berduka cita dan prihatin untuk para petugas KPPS yang meninggal dan menderita sakit.
Mereka adalah para pahlawan demokrasi yang mengabdi dengan tulus dan penuh totalitas.
Semoga keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan dan mereka yang sakit segera
sembuh.
2. Kami mengecam berbagai bentuk kekerasan yang mengarah pada tindakan anarkis.
Semua elemen bangsa, hendaknya tetap mengedepankan cara-cara damai dalam
menyalurkan aspirasi, mengungkapkan kekecewaan, dan menyelesaikan berbagai
perselisihan terkait dengan Pemilu.
Penggunaan kekerasan tidak hanya menciderai nilai-nilai demokrasi tetapi juga bertentangan dengan kepribadian bangsa Indonesia yang selalu menjunjung tinggi kerukunan dan persaudaraan dalam perbedaan.
3. Kami mengajak semua pihak untuk menghormati dan mentaati konstitusi.
Konstitusi sebagai payung bersama dalam hidup berbangsa telah menjamin setiap warga negara untuk mendapatkan keadilan, termasuk jika terjadi ketidakpuasan dan persengketaan dalam Pemilu.
Oleh karena itu, hukum sebagai panglima di negeri ini harus benar-benar dapat memberikan rasa keadilan bagi masyarakat.
Masyarakat juga harus percaya dengan aparat penegak hukum sambil ikut mengawasinya dengan cara-cara
yang beradab.
4. Kami berharap para elit politik, tokoh agama dan masyarakat turut terlibat aktif dalam menciptakan suasana tenang dan damai dengan memberikan pencerahan yang mendorong terwujudnya rekonsiliasi sosial dan seruan-seruan yang menyejukkan
sehingga masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh ajakan serta
hasutan untuk melakukan kekerasan.
Para tokoh tersebut tidak hanya menjadi
pemimpin tetapi juga menjadi penjaga nilai-nilai moral, etika, dan jati diri bangsa.
5. Kami mengajak semua masyarakat tetap bergandengan tangan dan waspada terhadap kekuatan-kekuatan, orang-roang atau pihak-pihak yang dengan sengaja ingin
memanfaatkan situasi sosial-politik saat ini untuk tujuan tertentu yang bertentangan
dengan Pancasila dan demokrasi.
TNI dan Polri dengan sekuat tenaga telah menjaga masyarakat agar tetap merasa damai dan mempertahankan keutuhan NKRI.
Sudah semestinya juga, masyarakat secara sukarela ikut menjaga lingkungan dan tempat ibadah masing-masing sehingga dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Demikianlah sikap dan harapan kami terhadap situasi yang sedang berkembang akhir-akhir ini.
Matakatolik
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar